Sabtu, 20 Agustus 2022

KONSEP PASAR UANG

 Pengertian Pasar Uang dan Fungsi Pasar Uang Serta Resiko Ekonomi dan Non-Ekonomi Pasar Uang

Konsep Uang Pengertian, fungsi, resiko ekonomi dan non ekonomi pasar uang
Pasar Uang


Pasar uang adalah pasar tempat suatu pihak  meminjam dana dari pihak lainnya pada tingkat bunga - bunga tertentu dan biasanya untuk jangka waktu di bawah satu tahun. Jangka waktu atau tenggang  waktu pinjaman bisa beragam, mulai dari harian sampai  tahunan. Pinjaman yang bertenggang waktu lebih dari satu tahun dikategorikan sebagai pasar hutang.


Jika dilihat dari jenis mata uangnya, pasar uang sendiri dapat dibagi menjadi pasar domestik (Dalam Negri) dan pasar valuta asing (Luar Negri). Pasar uang disebut efisien jika dapat melakukan transfer uang dari unit surplus ke unit defisit dalam kuantitas besar dengan tenggang waktu yang singkat dan biaya yang sangat rendah.


Fungsi Pasar Uang

Terdapat beberapa fungsi pasar uang yang penting dalam kegiatan ekonomi, yakhni fungsi likuiditas, fungsi sebagai sarana penyaluran kebijaksanaan, fungsi informasi, accumulation of wealth, serta allocation of wealth


  1. Fungsi likuiditas pasar uang terkait dengan manfaat yang diberikannya kepada para  investor dalam rangka  mengelola dana jangka pendek mereka yang idle dengan membeli piranti-piranti pasar uang, seperti certificate deposit, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan deposito berjangka pendek untuk memperoleh pendapatan. Sementara itu, bagi pengusaha yang membutuhkan dana, pasar uang digunakan sebagai salah satu alternatif tempat untuk  mencari sumber dana sementara. Misalnya, dalam hal terjadi mismatch temporer karena portfolio asetnya berjangka panjang, sementara sisi liabilities  relatif berjangka pendek untuk memperoleh pendapatan yang optimal.


  1. Dalam rangka melaksanakan kebijakan moneter,  Bank Sentral atau otoritas moneter antara lain menggunakan piranti operasi pasar terbuka (OPT). Kebijakan OPT dilakukan dengan melakukan penjualan atau pembelian, baik secara outright maupun repot,  surat-surat berharga Pemerintah  atau surat-surat berharga yang diterbitkan oleh bank sentral ( sejenis SBI di Indonesia) di pasar uang guna mempengaruhi likuiditas perekonomian supaya sesuai dengan kebutuhan perekonomian. Perkembangan likuiditas dalam pasar uang lebih lanjut akan  berdampak terhadap perkembangan suku bunga dan nilai tukar, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian secara makro.


  1. Berkenaan dengan fungsi informasi, perkembangan pasar uang dapat memberikan informasi bagi para pelaku-pelaku di pasar uang seperti perusahaan, perbankan, pemerintah, otoritas moneter mengenai kondisi moneter, arah kebijakan, preferensi, dan tingkah laku peserta pasar uang maupun kondisi dan prospek  ekonomi di dalam maupun di luar negeri.


  1. Accumulation of weath  diperoleh masyarakat dengan menempatkan harta lancar (liquid assets) mereka  pada piranti-piranti pasar uang yang memberikan pendapatan. Teruntuk investor, besar atau kecil income atau pendapatan yang akan diperolehnya tergantung dari besar atau kecil tingkat risiko yang mereka tolerir. Semakin besar pendapatan atau Income yang diharapkan oleh investor, umumnya semakin besar pula tingkat risiko yang dihadapi oleh Investor, semisal membeli surat-surat berharga perusahaan yang bukan berkategori blue chips yang umumnya fluktuatif. Demikian sebaliknya, semakin rendah pendapatan yang didapatkan oleh Investor, maka semakin rendah pula risiko yang  akan dihadapi oleh Investor, semisal pembelian surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh pemerintah atau bank sentral yang mana pembelian terhadap surat - surat ini cenderung stabil sehingga resiko yang dihadapi juga kecil..


  1. Fungsi allocation of weath adalah fungsi yang ditawarkan oleh pasar uang kepada para investor yang ingin mendiversifikasi asset yang mereka miliki.  Dalam upaya mengurangi risiko yang dihadapi, investor dapat melakukan investasi pada berbagai alternatif yang tersedia, seperti deposito di bank, membeli saham atau surat-surat berharga (fixed income) lainnya di pasar modal, serta membeli berbagai piranti  pasar uang lainnya.


Risiko pasar uang

Pasar uang selain berpeluang menghasilkan keuntungan, juga terdapat kemungkinan timbulnya risiko yang harus ditanggung investor baik risiko ekonomi maupun non-ekonomi. Risiko ekonomi terdiri atas :

  1. Risiko pasar (market risk, interest rate atau exchange rate risk), yaitu risiko yang muncul akibat fluktuasi harga, suku bunga, dan pergerakan nilai tukar;

  2. Risiko penanaman kembali (reinvestment risk), yaitu risiko yang terjadi karena mengalihkan investasi;

  3. Risiko gagal bayar (default risk), yaitu risiko yang timbul karena Gambaran Umum Pasar Uang pembayaran yang tidak terpenuhi pada saat tagihan jatuh tempo; dan

  4. Risiko fundamental (fundamental risk), yaitu risiko yang diakibatkan oleh perubahan kondisi makro-ekonomi, moneter, fiskal, dan kebijakan lainnya oleh pemerintah yang berdampak terhadap perekonomian. 

Sementara itu, risiko non-ekonomi antara lain dipengaruhi oleh situasi sosial, politik, dan bencana alam.




.



Artikel Terkait


EmoticonEmoticon