Minggu, 25 September 2022

Berikut Ini 8 Manfaat Menangis Untuk Kesehatan

Manfaat Menangis Untuk Kesehatan
8 Manfaat Menangis Untuk Kesehatan 


Manfaat Menangis Bagi Kesehatan - Mengapa Anda Sering Menangis Apalagi jika Anda seorang pria, mungkin Anda tidak ingin dicap cengeng atau easy cryer. Ada banyak faktor berbeda yang membuat seseorang menangis atau menangis, dan masih banyak lagi.


Menangis sering kali merupakan cara untuk melepaskan emosi yang tertekan. Banyak orang merasa lega setelah meneteskan air mata, tetapi mereka sering merasa lebih buruk. Penelitian telah menunjukkan bahwa menangis memiliki banyak manfaat kesehatan. Apa saja manfaat menangis bagi kesehatan? Simak ulasannya di bawah ini.


manfaat menangis untuk kesehatan antara lain : 


1. Buang racun


Ahli biokimia William Frey telah melakukan beberapa penelitian tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang dihasilkan oleh tangisan emosional sebenarnya beracun. Namun jangan salah, keluarnya air mata beracun menandakan bahwa ia sedang membawa racun keluar dari tubuhnya dan mengeluarkannya melalui matanya.


2. Membunuh bakteri


Tidak perlu tetesan air mata. Hanya air mata yang bertindak sebagai agen antibakteri alami. Air mata mengandung cairan yang disebut "lisosom" yang dapat membunuh sekitar 90-95 bakteri yang tertinggal di keyboard, pegangan tangan, bersin, dan di mana saja kuman bisa masuk hanya dalam lima menit.


3. mengurangi stres


Bagaimana menangis mengurangi stres Air mata sebenarnya melepaskan hormon stres dalam tubuh: endorfin, leusin, enkaphalin dan prolaktin.


4. Membuat Anda merasa lebih baik


Orang yang menangis dapat mengurangi depresi karena menangis dapat mengangkat mood mereka. Air mata dari tangisan emosional mengandung 24% protein albumin, yang membantu mengatur sistem metabolisme tubuh, dibandingkan dengan air mata dari iritasi mata. 


5. Buat diri Anda nyaman


Setelah menangis, biasanya ada perasaan lega. Karena setelah menangis, sistem limbik, otak, dan jantung Anda menjadi lancar, membuat Anda merasa lebih baik dan lega.


6. Mencegah masuk angin dan flu


Air mata yang kita keluarkan saat menangis mengandung zat cair bernama lisozim yang dapat membunuh 95 bakteri hanya dalam beberapa menit. Sama seperti hidung kita yang memiliki rambut dan rongga hidung yang mencegah kuman dan bakteri keluar, mata kita juga memiliki air mata untuk mencegah kita sakit.


7. Membangun komunitas


Menangis tidak hanya baik untuk kesehatan fisik Anda, tetapi juga membantu membangun komunitas. Orang yang menangis setelah membicarakan masalah mereka, biasanya di depan teman atau orang yang dapat menawarkan dukungan, meningkatkan keterampilan komunikasi dan sosial mereka.


8. Membantu melihat/melembabkan mata


Fungsi utama air mata adalah melumasi bola mata agar kita bisa melihat. Air mata melembabkan dan mencegah selaput mata mengering. Tanpa air mata kita tidak bisa melihat.

Menangis jika perlu. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan di atas, menangis untuk kesehatan emosi memiliki banyak sekali manfaat. Tapi jangan menangis (atau berpura-pura) hanya untuk menjadi sehat secara emosional.

Sabtu, 24 September 2022

Membangun Karakter Anak Sejak Dini


Membangun Karakter Anak Sejak Dini
Membangun Karakter Anak Sejak Dini


Sobat, jika ditanya kapan waktu yang tepat untuk menilai kesuksesan dan kesuksesan seseorang, maka jawabannya adalah di usia dini. sebenarnya? Sekarang, saya ingin berbagi fakta yang telah dipelajari oleh banyak peneliti di seluruh dunia.


Sejak dini, dari usia 0 hingga 6 tahun, otak berkembang pesat sebesar 80%. Pada usia ini, otak menerima dan menyerap berbagai jenis informasi, tidak melihat baik atau buruk. Inilah saat-saat perkembangan fisik, mental, dan spiritual anak mulai terbentuk. Oleh karena itu, banyak yang menyebut masa ini sebagai masa keemasan masa kanak-kanak.


Sebuah studi yang dilakukan oleh seorang spesialis perkembangan dan perilaku anak Amerika bernama Brazelton menemukan bahwa pengalaman di bulan-bulan dan tahun-tahun pertama kehidupan memungkinkan seorang anak untuk menghadapi tantangan hidup dan memutuskan apakah itu menunjukkan kegembiraan, antusiasme untuk belajar. dan sukses di tempat kerja.


Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus memanfaatkan masa emas anak-anak kita untuk membekali mereka dengan pembentukan karakter yang baik. Sehingga anak-anak dapat terus aktif dan aktif dalam kehidupannya yang akan datang. Kita para orang tua terkadang tidak sadar bahwa sikap kita terhadap anak kita justru mengecewakan mereka. Dengan membuat, menakut-nakuti, dan tidak mengambil risiko, Anda membawa karakter tersebut hingga dewasa. Misalnya, dia tidak bisa menjadi pembicara karena dia minder atau malu. Ia tidak suka mengambil risiko dan takut gagal, sehingga tidak berani mengambil peluang tertentu. Padahal, jika positif, bisa mengubah risiko menjadi tantangan menuju kesuksesan. Setuju, kan?


Banyak yang bilang kesuksesan kita tergantung seberapa bagus otak kita. Semakin baik kita, semakin sukses kita. Semakin banyak gelar juara kelas berturut-turut yang Anda raih, semakin sukses Anda nantinya. Apakah begitu? Oh tunggu!


Saya sendiri tidak sependapat dengan asumsi ini. Fakta menunjukkan bahwa banyak orang sukses tidak berprestasi baik di sekolah, tidak menang di kelas, atau tidak mencapai posisi teratas di sekolahnya. mengapa demikian? Padahal, kesuksesan tidak hanya bergantung pada kecerdasan otak kita. Namun, ternyata kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh kemampuan membangun hubungan emosional dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan hubungan spiritual. Tahukah Anda bahwa kemampuan untuk berhubungan dengan tiga pilar (Diri, Masyarakat dan Tuhan) menjadi ciri orang sukses?Dan izinkan saya memberi tahu Anda bahwa kepribadian tidak sepenuhnya bawaan. Anda bisa membuat karakter seperti itu. Wow benarkah? Aku berkata benar! Dan karakter tersebut terbentuk sejak usia dini. Seperti yang sudah dijelaskan, anak usia dini ini merupakan masa dimana perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini ini, kepribadian anak terbentuk dari pembelajaran dan asimilasi tindakan kita sebagai orang tua dan lingkungan. Pada usia ini, perkembangan mental terjadi sangat pesat. Anak-anak pada usia ini sangat sensitif untuk belajar dan mempraktikkan apa yang mereka lihat, rasakan, dan dengar dari lingkungan mereka. Lingkungan yang positif karenanya membentuk kepribadian yang positif dan sukses.


Bagaimana cara membangun karakter anak sejak dini?


Pembentukan kepribadian terdiri dari tiga hubungan (cinta segitiga) yang harus dialami oleh semua manusia: hubungan dengan diri sendiri (hubungan interpersonal), hubungan dengan lingkungan (hubungan sosial dan lingkungan alam), dan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. (hubungan rohani). Setiap hasil hubungan memberikan makna/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Pemahaman negatif mempengaruhi perlakuan negatif, pemahaman positif memperlakukan dunia secara positif. Untuk itu, tanamkan pemahaman positif pada anak sejak dini. Salah satunya adalah memberi anak-anak kepercayaan diri untuk membuat keputusan sendiri dan membantu mereka mengarahkan potensi mereka untuk berbuat lebih baik di dunia. Secara langsung atau halus, dll. Biasakan anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Perlu diingat bahwa pilihan lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan karakter. Seperti kata pepatah, ketika Anda bergaul dengan pembuat wewangian, Anda berbau harum, dan ketika Anda bergaul dengan penjual ikan, Anda mencium bau amis. Oleh karena itu, lingkungan yang baik dan sehat akan melahirkan karakter yang sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa dibangun melalui praktik ibadah ritual dan syukur dalam kehidupan sosial.


Sekarang, saya mengerti pentingnya mengajarkan pembentukan karakter kepada anak-anak sejak dini. Usia dini adalah usia emas, jadi manfaatkan usia emas ini dengan sebaik-baiknya.

Selasa, 20 September 2022

Berikut Ini Kebiasaan - Kebiasaan yang Kita Anggap Sepele padahal Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak

Kebiasaan - Kebisaan Yang sepele yang bisa menyebabkan kerusakan otak
Kebiasaan yang Kita Anggap Sepele padahal Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak


Sebagai seorang wanita pekerja atau ibu rumah tangga yang sibuk dengan berbagai aktivitasnya, terkadang kita meremehkan bagaimana hal-hal biasa justru dapat merusak atau mengurangi fungsi otak kita atau salah satu organ vital dalam tubuh kita jika dikonsumsi terus menerus. Biasanya, hal ini tidak hanya terjadi  pada wanita, tetapi juga pada pria, tua dan muda, dari anak-anak hingga orang dewasa. Salah satu organ terpenting dalam tubuh kita adalah otak, berikut  10 kebiasaan buruk yang sering diremehkan dan bisa membahayakan otak.


10 kebiasaan yang dapat merusak otak :

  1. Tidak sarapan pagi, sehingga kadar gula menjadi rendah sehingga menyebabkan pening.
  2. Merokok, kandungan Co dalam rokok dapat menyusutkan otak secara cepat
  3. Mengkonsumsi gula berlebihan, sehingga mengganggu keseimbangan gizi terhadap otak
  4. Terlalu banyak makan
  5. Tidak memakai masker saat berkendara akibatnya kadar polutan yang terhirup menjadi lebih besar
  6. kurang tidur
  7. Tidur dengan menutup kepala
  8. Kurangnya stimulasi pada otak, menyebabkan kurangnya daya ingat dan berfikir menjadi lambat
  9. Memaksakan berfikir terlalu keras ketika sedang sakit
  10. Kurangnya komunikasi menjadikan kemampuan intelektual pada otak kurang terlatih

Hidup sehat dambaan semua manusia, dan otak sebagai organ vital sudah sepatutnya kita jaga agar senantiasa berfungsi dengan baik. Hindari 10 kebiasaan buruk di atas sehingga otak kamu terjaga dan tetap sehat.

Berikut Ini Cara Membuat Anak Pintar Dan Jenius

Mencetak anak jenius
Cara Membuat Anak Pintar Dan Jenius 


Masa kanak-kanak merupakan masa yang penting bagi perkembangan mental dan fisik sebagai orang dewasa. Anak yang baik juga akan menjadi orang dewasa yang baik. Bagaimana jika Anda ingin membesarkan anak Anda menjadi seorang jenius?

Faktanya, tidak ada formula tunggal untuk mengubah seorang anak menjadi jenius. Para profesional saat ini tidak lagi menggunakan standar IQ (intelligence quotient) sebagai standar kejeniusan. Bisa jadi faktor lingkungan atau orang tua yang membantu seseorang sukses.

Berikut beberapa cara yang bisa dijadikan pedoman untuk mencetak anak-anak hebat seperti:


1. Cegah anak-anak menonton TV

30% anak di bawah 2 tahun memiliki TV di kamar tidur mereka. Dan 59% anak di bawah usia 2 tahun menonton televisi dua jam sehari.

American Academy of Pediatrics baru-baru ini mengeluarkan peringatan yang menyarankan orang tua untuk tidak membiarkan bayi dan balita menonton TV. Manfaat menonton TV untuk bayi tidak diketahui, tetapi TV diketahui merusak kemampuan mental dan membuang waktu perkembangan otak yang seharusnya digunakan untuk berbicara dengan orang lain.

“Bahasa sangat penting untuk pembelajaran anak, dan bahasa yang diperoleh dari televisi tidak sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Televisi tidak akan menjawab pertanyaan atau mengikuti keinginan anak, ini membuat anak lebih pintar,” kata pakar bicara anak Roberta Golinkoff. dan rekan penulis 'Einstein Never Used Flashcards: Bagaimana Anak-Anak Kita Benar-Benar Belajar dan Mengapa Mereka Perlu Lebih Banyak Bermain dan Lebih Sedikit Menghafal'.


2. Pemberian Air Susu Ibu (ASI)

Anak usia 6 tahun yang terus disusui memiliki hasil tes IQ 5% lebih tinggi dibandingkan anak usia 6 tahun yang tidak diberi ASI. Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh dua kelompok ibu baru Belarusia dan bayinya. Satu kelompok ibu telah menyusui bayi mereka secara eksklusif, yang berarti mereka tidak memberi bayi mereka apa-apa selain ASI hingga satu tahun. Sementara itu, kelompok lain tidak hanya menyusui tetapi juga menyusui dalam waktu yang lebih singkat.

Hasilnya, anak-anak di kelompok pertama tampil lebih baik dalam membaca, menulis, dan matematika.

“Hal pertama yang bisa dilakukan seorang ibu untuk membesarkan anak yang cerdas adalah dengan menyusui. Manusia memiliki persentase lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi, yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak," kata ahli genetika Ricki Lewis, penulis The Forever Fix: Gene Therapy dan The Boy Who Saved It.


3. Belajar musik

Anak-anak yang memainkan piano atau alat musik gesek mencetak 15% lebih tinggi dalam keterampilan berbicara daripada anak-anak yang tidak memainkan alat musik tersebut.

Studi yang membuat klaim ini melibatkan siswa musik dari Boston dan sekolah umum. Usia rata-rata siswa adalah 10 tahun dan beberapa telah belajar musik setidaknya selama tiga tahun. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya korelasi yang tinggi antara musik, kemampuan bahasa, dan skor IQ. Pertanyaannya, apakah anak pintar tahu cara bermain musik atau musik membuat mereka pintar? "Gagasan bahwa gen mengendalikan nasib disebut determinisme genetik. Kami selalu menentang gagasan itu," kata Lewis.


4. Belajar mengendalikan diri atau bersabar

Anak-anak yang 15 kali lebih mungkin untuk menunda kepuasan daripada rekan-rekan mereka dan lebih sabar mendapat skor 210 lebih tinggi pada Tes Penilaian Akademik (SAT). Tes Penalaran SAT adalah tes standar untuk penerimaan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dalam sebuah penelitian, anak-anak diberitahu bahwa mereka bisa makan dua kue jika mereka menunda makan yang pertama. Mereka yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan pai pertama mereka mencetak 210 lebih banyak pada SAT daripada mereka yang tidak bisa menunggu lebih dari satu menit.

"Kontrol denyut nadi adalah faktor penting dalam fungsi eksekutif. Para ilmuwan sekarang tahu bahwa menjadi jenius tidak banyak berhubungan dengan IQ tetapi lebih berkaitan dengan fungsi eksekutif. Kemampuan untuk beralih tugas, menghafal, dan membatasi mengemudi lebih berkaitan dengan kesuksesan daripada IQ, kata Golinkoff.


5. Isi rumah dengan buku

Anak-anak yang dibesarkan di rumah dengan setidaknya 500 buku memiliki kemungkinan 36% lebih besar untuk lulus dari sekolah menengah dan 19% lebih mungkin untuk lulus dari perguruan tinggi daripada anak-anak yang dibesarkan dalam satu rumah keluarga.rumah tersebut hanya memiliki beberapa buku atau tidak memiliki buku.

Penelitian ini diterbitkan pada tahun 2007, ketika buku masih berupa benda fisik daripada catatan seperti sekarang ini. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara orang tua dari anak-anak yang buta huruf meningkat berkali-kali lipat. “Sukses di sekolah tidak hanya bergantung pada kecerdasan bawaan tetapi juga membutuhkan moral yang baik. Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang kita lakukan daripada dari apa yang kita katakan. Orang tua seperti Membaca menunjukkan kepada anak-anak mereka bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat,” kata psikolog Eileen Kennedy-Moore, penulis Smart Parenting for Smart Children.


6. Hindari obesitas pada masa kanak-kanak

Anak-anak obesitas mendapat skor 11% lebih rendah pada tes membaca dibandingkan anak-anak dengan berat badan normal.

Ilmuwan Temple University yang menyimpulkan klaim tersebut juga menemukan bahwa siswa sekolah menengah yang kelebihan berat badan memiliki kinerja akademik yang lebih rendah daripada rekan-rekan mereka yang memiliki berat badan normal dan lebih mungkin untuk tidak hadir dan tidak hadir. Studi ini menetapkan hubungan antara massa tubuh yang lebih besar dan kinerja akademik yang lebih rendah.

“Memiliki kebiasaan duduk diam dan menonton TV serta bermain game sangat merugikan anak. Mereka tidak berinteraksi, dan banyak hal yang membuat kita pintar adalah hal-hal yang hanya bisa dipelajari dalam interaksi sosial," kata Golinkoff.


7. Latihan aerobik meningkatkan kemampuan eksekutif anak 100%.

Ahli biologi molekuler John Medina mengatakan: "Hasil terbaik dicapai dengan berolahraga bersama anak-anak. Mendorong gaya hidup aktif adalah salah satu hadiah terbesar yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak mereka." 


8. Bergabunglah dengan program prasekolah

Anak-anak yang mengikuti program prasekolah adalah 52% lebih mungkin untuk lulus dari sekolah menengah daripada mereka yang tidak.

Studi yang membuat klaim ini mengikuti dua kelompok anak-anak kurang beruntung di Michigan, mulai dari balita hingga usia 40 tahun. Satu kelompok menghadiri program prasekolah "berkualitas tinggi" untuk anak berusia 3 dan 4 tahun, yang lain tidak pernah menghadiri prasekolah.

Pada usia 27, kelompok prasekolah lima kali lebih mungkin untuk memiliki rumah sendiri daripada kelompok non-TK. Pada usia 40, non-TK ditangkap karena perdagangan narkoba delapan kali lebih sering daripada anak-anak prasekolah dan dua kali lebih sering diserang secara fisik.


9. Usia ayah tidak boleh terlalu tua untuk memiliki anak.

Anak-anak yang lahir dari ayah berusia 20 tahun mendapat skor tiga sampai enam poin lebih tinggi pada tes IQ daripada anak-anak yang lahir dari ayah dua kali lebih tua.

Peningkatan usia ibu dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf seperti autisme dan skizofrenia, serta disleksia dan penurunan kecerdasan. Anak-anak dari ayah yang lebih tua menunjukkan penurunan halus dalam tes kemampuan neurokognitif. Para peneliti di jurnal PLoS Medicine mengatakan dalam sebuah makalah berjudul "Usia ibu yang lanjut dikaitkan dengan gangguan hasil neurokognitif pada masa bayi dan masa kanak-kanak" oleh S. Saha, et al.


10. Pelajari permainan juggling atau keterampilan seperti melempar 3 bola secara bergantian

Belajar juggling dapat meningkatkan volume materi abu-abu di otak anak hingga 3%.

Peneliti Yale Jeremy Gray dan Paul Thompson menulis: “Struktur otak sebagian besar ditentukan oleh gen, tetapi tidak sepenuhnya. Jurnal Nature Review Neuroscience.

Volume materi abu-abu di otak terkait dengan kinerja mental secara umum. 


11. Banyak anak mendengar kosakata baru.

Anak-anak dari keluarga kesejahteraan mendengar hampir empat kali lebih sedikit kata per tahun daripada anak-anak dari keluarga kelas profesional.

Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kata yang mereka dengar, semakin banyak kosakata dan semakin tinggi prestasi akademik. Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak dari keluarga kesejahteraan mendengar sekitar 3 juta kata setahun, sementara anak-anak dari keluarga kelas pekerja mendengar 6 juta kata dan anak-anak dari keluarga Profesional mendengar 11 juta kata setahun.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Todd R. Risley dan Betty Hart dalam buku mereka, "Perbedaan yang Signifikan dalam Pengalaman Harian Anak-anak Muda Amerika," anak-anak yang menerima kesejahteraan hanya mengetahui 500 kata pada usia 3 tahun, dibandingkan dengan 750 kata dan 1.100 kata di kelompok lain.


12. Belajar bahasa asing

Anak-anak yang belajar bahasa asing selama dua tahun mendapat skor 14% lebih tinggi pada SAT daripada anak-anak yang tidak pernah belajar bahasa asing.

Satu tahun studi bahasa asing dikaitkan dengan skor SAT yang sedikit lebih tinggi, tetapi dua tahun studi bahasa asing menghasilkan peningkatan skor SAT 14 dan 13% di bagian berbicara dan matematika dari tes, masing-masing, dibandingkan dengan siswa yang tidak pernah belajar bahasa asing. belajar bahasa asing, belajar. orang asing. bahasa, masing-masing. Setiap tahun belajar bahasa asing mengarah pada peningkatan skor Anda. Thomas C. Cooper menulis dalam sebuah artikel berjudul “Studi Bahasa Asing dan Skor SAT-Verbal. ' dalam Jurnal Bahasa Modern.


13. Batasi Game Komputer atau Video Game

Siswa yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari bermain komputer dan video game mendapat skor 9,4% lebih rendah pada tes sekolah dibandingkan siswa yang tidak lagi memainkan game ini.

Pengaruh video game pada prestasi telah menghasilkan perdebatan akademis yang intens. Sebuah penelitian terhadap mahasiswa di Inggris membandingkan nilai tes orang-orang yang bermain game dengan mereka yang tidak.

"Tidak ada korelasi positif signifikan yang ditemukan antara frekuensi bermain game dan kinerja sekolah. Video game yang berlebihan dapat mengganggu sekolah seperti halnya aktivitas berlebihan lainnya, seperti membaca untuk kesenangan, bermain di luar, tidur, atau berinteraksi tatap muka dengan teman dan keluarga.” Peneliti Barry Ip dkk menulis dalam makalah berjudul 'Gaming Frekuensi dan Hasil Pembelajaran 'diterbitkan dalam Australasian Journal of Educational Technology.


14. Hindari paparan pestisida selama kehamilan

Anak dari ibu yang terpapar pestisida selama kehamilan memiliki IQ 1,4% lebih rendah dibandingkan anak dari ibu yang tidak terpapar pestisida.

Para ilmuwan dari Universitas Columbia mempelajari seorang anak berusia 7 tahun dan ibunya. Para ilmuwan telah menemukan hubungan langsung antara paparan pestisida pertanian pralahir dan IQ yang lebih rendah. Efek negatif dari paparan pestisida bahkan lebih besar pada memori kerja, komponen keterampilan penting yang dikenal sebagai "fungsi eksekutif." Paparan bahan kimia berupa senyawa tak kasat mata di udara yang dihirup dapat menurunkan kecerdasan anak.

Senin, 19 September 2022

Berikut Ini 3 Cara Agar Tidak Cepat Lelah Saat Bercocok Tanam

3 cara agar tidak cepat lelah saat berhubungan intim
3 Cara Agar Tidak Cepat Lelah Saat Bercocok Tanam

Bercocok Tanam dengan pasangan bukanlah kegiatan yang mudah dan bisa dilakukan kapan saja. Bercocok Tanam membutuhkan stamina yang besar agar bisa berjalan dengan lancar. Jika Anda tidak memiliki stamina  dan mudah lelah, Bercocok Tanam tidak akan memberi Anda kesenangan dan baik pria maupun wanita tidak akan bisa terpuaskan. 

 Agar kegiatan bercocok tanam berjalan lancar dan pria atau wanita tidak  mudah lelah, coba lakukan 3 hal berikut ini dengan baik. 

 1. Berolahraga secara teratur 

Bercocok tanam itu seperti bermain olahraga. Jika Anda tidak berolahraga dalam waktu lama dan tiba-tiba melakukan aktivitas ini dengan intensitas tinggi, tubuh Anda akan  cepat lelah. Hal yang sama berlaku untuk Bercocok tanam. Jika Anda tidak rajin berolahraga, Anda harus memiliki stamina yang baik untuk bisa berkegiatan bercocok tanam agar tidak cepat lelah  di tengah jalan.  

 Pria dan wanita disarankan untuk berolahraga secara aktif  setiap hari minimal 3-4 kali seminggu. Anda dapat berolahraga dengan intensitas sedang selama 30-45 menit per sesi. 

 2. Menghilangkan stres 

Stres yang muncul di tubuh dan pikiran akan membuat kegiatan bercocok tanam berlangsung dalam keadaan terhambat. Baik pria maupun wanita tidak fokus dan kehilangan fokus setiap kali bercocok tanam.

Bercocok tanam harus dilakukan dengan nyaman. Jika masih banyak yang harus dipikirkan, kegiatan ini akan menurunkan stamina  dan akhirnya mengecewakan kedua belah pihak. 

 3. Diet harus baik 

 Untuk melahirkan, pasangan harus makan dengan baik dan benar. Jika makanan yang dikonsumsi setiap hari terlalu berlemak, obesitas akan menurunkan libido. 

Agar gairah  dan stamina tidak habis di tengah jalan, perbaiki pola makan Anda. Atau jika ingin meningkatkan gairah, Anda bisa mengonsumsi buah, sayur, dan daging untuk meningkatkan stamina  dan libido  sebelum bercocok tanam.



Waktu Yang Tepat Mengajarkan Kebiasaan Menyikat Gigi pada Anak

 

Waktu Terbaik Mengajarkan Menyikat Gigi pada Anak
Waktu Yang Tepat Mengajarkan Kebiasaan Menyikat Gigi pada Anak


Menjaga kebersihan mulut yang baik adalah sesuatu yang harus diajarkan sejak usia dini. Semakin dini Anda mengajari anak Anda, semakin mudah bagi anak Anda untuk membuat kebiasaan ini. Namun, seringkali seorang anak tidak begitu mengerti mengapa ia perlu menyikat gigi. Jadi, kapan waktu terbaik untuk mengajari anak menyikat gigi?


Menurut Dr. Laura Markham, psikolog klinis di Universitas Columbia, seorang anak tidak dapat memahami bahaya yang mengancamnya tanpa menyikat gigi secara teratur. Selain itu, seorang anak tidak terlalu peduli dengan cerita tentang kerusakan gigi atau penyakit gigi lainnya yang dapat mengancam kesehatannya.

Dalam beberapa kasus yang ditemuinya, Dr. Markham memperhatikan bahwa beberapa orang tua terpaksa membersihkan rongga mulut anaknya. Sebenarnya, metode ini adalah ide yang buruk. Jika Anda terus melakukan hal ini, cara ini akan membuat anak Anda membenci aktivitas menggosok gigi.

Ini tidak hanya sangat menyakitkan, tetapi juga merusak hubungan Anda dengan anak Anda. Namun, Anda tidak boleh menyerah pada keinginan anak Anda untuk tidak menggosok gigi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk membiasakan anak Anda menggosok gigi.


1. Ingat jangan gunakan pasta gigi

Menurut Dr. Banyak anak di Markham tidak suka pasta gigi. Meski begitu, tak ada salahnya mencoba pasta gigi untuk melihat jawabannya, apakah si kecil menolak atau merasa nyaman. Belilah beberapa pasta gigi anak dengan bahan alami, lalu biarkan si kecil mencoba masing-masing sesuai dengan 


2. kesukaannya. Menyanyi

Menggunakan teknik bernyanyi untuk membuat anak Anda menyikat gigi secara teratur adalah hal termudah yang dapat Anda lakukan. Sembari bernyanyi, menyikat gigi merupakan kegiatan yang dianggap menyenangkan oleh anak-anak. Selain itu, penggunaan suara-suara tertentu seperti auman binatang akan membuka mulut anak lebar-lebar, sehingga kegiatan menyikat gigi menjadi lebih menyenangkan.


3. Jadikan itu kebiasaan

Menyikat gigi menjadi bagian dari rutinitas Anda. Anda dapat mencoba sebelum atau bahkan di kamar mandi. Bantu anak-anak bersenang-senang dan nyaman saat menyikat gigi



Waktu yang tepat untuk mengajari anak menyikat gigi

Gigi anak harus mulai dibersihkan bahkan setelah gigi pertama muncul. Dengan mempelajari cara menyikat gigi sejak dini, anak Anda akan terbiasa menyikat gigi menjadi kegiatan rutin yang perlu dilakukan setiap hari. Beberapa dokter menyarankan untuk menunggu sampai 4 gigi pertama bayi Anda tumbuh, sementara yang lain menyarankan untuk menunggu sampai anak Anda berusia 2 atau 3 tahun.


Selain itu, biasakan menyikat gigi dua kali sehari, di pagi hari dan sebelum tidur. Jika dibiasakan sejak kecil, menyikat gigi anak secara rutin akan lebih mudah. Pilih sikat gigi dengan bulu lembut, kepala kecil, dan gagang besar. Lanjutkan dengan proses menyikat gigi, sampai anak Anda bisa berkumur dan meludah tanpa bantuan. Biasanya hal ini dilakukan sampai anak mencapai usia 6-7 tahun. Setelah usia ini, anak-anak dapat diizinkan untuk menyikat gigi secara mandiri.


Sementara itu, American Dental Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluoride seukuran sebutir beras. Fokus pada pembersihan geraham belakang karena di sinilah kerusakan gigi pertama kali berkembang.


Perawatan gigi yang sebenarnya dapat dilakukan bahkan sebelum anak Anda memiliki gigi. Bersihkan atau usap gusi anak dengan lembut dengan kain. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan bakteri penyebab munculnya plak pada gigi yang akan berkembang. Tentu saja, kebiasaan ini juga membantu meningkatkan kesehatan mulut anak Anda.

Jumat, 16 September 2022

Haramkah Suami Minum ASI Istri?


Haramkah Suami Minum Air Susu Istri?
Haramkah Suami Minum ASI Istri?

Dalam Islam ada sebuah hukum yang berlaku, bahwa di antara saudara kandung berlaku hukum mahram. Hal itu disebutkan dalam hadis Bukhari dan muslim. Salah satu larangannya, yaitu menikahi saudara kandung. Lalu bagaimana jika ada seorang suami yang meminum air ASI istrinya saat melakukan hubungan suami istri? Apa juga akan berlaku hukum mahram dan merusak ikatan pernikahan?
Mungkin bagi beberapa pasangan, teknik yang itu-itu saja terkadang membuat pasangan jenuh dan akhirnya hubungan suami istri terasa stagnan dan monoton. gerakan dan gaya suami terhadap istri adalah hal yang biasa dilakukan dalam berhubungan suami-istri. Misalnya, memegang semangka istri. Demikian menurut Ibnu Qudamah dalam al-Mughni.
Jadi mempraktekkan bermacam-macam teknik hubungan suami istri sah-sah saja, baik bagi istri maupun suami. Hal itu dibolehkan selama senggama tidak dilakukan saat istri haid atau lewat ‘ventilasi belakang’. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt. yang tertera dalam surat al-Baqarah ayat 222:
“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah,’Haid itu adalah suatu kotoran’.Oleh karena itu hendaklah engkau menjauhkan diri dari  wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sampai mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu”.
Jadi tidak ada larangan dalam syariat islam suami menggaya semangka istri. Adapun jika saat menggaya semangka sang istri, ikut tertelan air ASInya, maka hal tersebut tidak serta merta menyebabkan berlakunya hukum mahram dan merusak ikatan pernikahan dikarenakan sebab yang akan diuraikan berikut ini.
Allah Swt. berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 233, “Para ibu hendaklah memberikan ASI kepada anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pemberian ASI.” Al-Baghawi mengatakan dalam Tafsir al-Baghawi, bahwa dua tahun merupakan batas memberikan ASI bagi seorang anak. Ini menunjukkan setelah dua tahun tidak berlaku hukum memberikan ASI. Maka dalam hal ini suami tidak bisa menjadi penikmat ASI istri dan lantas merusak ikatan pernikahan.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, dari Aisyah ra. bahwa suatu ketika saat Nabi Muhammad Saw. masuk ke dalam rumah di sampingnya terdapat seorang lelaki. Lalu Air mukanya terlihat berubah sekan ia tidak menyukainya.
Tak lama, Aisyah berkata, “Ia adalah saudara Kandungku.” Kemudian Rasul Saw. menimpali, “Perhatikanlah siapa saudara kandungmu itu. Karena sesungguhnya Kandung itu karena lapar.”
Bagi yang memakan ASI karena lapar hanyalah bayi yang masih belum bisa mengkonsumsi makanan kasar dan hanya boleh meminum ASI. Dan berdasarkan hadis ini Imam Malik dalam Muwaththa’ berpendapat bahwa tidak berlaku hukum Memberi ASI kecuali bagi yang di Beri ASI sewaktu kecil dan tidak ada hukum pemberian ASI bagi orang yang sudah dewasa.
Demikian pula yang dikatakan Ibnu Qudamah dalam kitabnya al-Mughni, bahwa meminum ASI yang menyebabkan berlakunya hukum hanya jika dilakukan oleh anak kecil di bawah umur dua tahun, dan inilah pendapat mayoritas ahli fiqih.
Jadi dengan demikian, meminum ASI istri tidak merubah status suami menjadi anak susuan sang istri serta tidak otomatis pernikahannya harus dibubarkan dengan dalih suami telah menjadi mahromnya. 
Wallahu A’lam.